Cari

IMM AL-ZAHRAWI FKG UMS

MASTA ASIKIN AJA!!

Assalamu’alaikum..

BREAKING NEWS!! ALERT ALERT ALERT!!!

Wait wait ini bukan film action lhoh gaes wkwkwk bahkan ini lebih seru dan menyenangkan daripada hanya melihat film action di bioskop. Apaan sih?? Mau tau?? Mau tau banget atau mau tau aja?? wkwkwk becanda siih..

Kali ini mimin balik dengan membawa kabar gembira bagi kita semua, tapi bukan buah manggis kini ada ekstrak nya lho.. Kali ini dengan membawa 1 acara yang pastinya heboh, yaitu Masta (Masa Ta’aruf). Apaan sih masta??

Iya seperti namanya masa ta’aruf atau dalam bahasa Indonesia berarti masa perkenalan. Nah, masa perkenalan untuk siapa, sih? Pastinya perkenalan bagi kalian yang sudah berhasil diterima di UMS kampus tercinta kalian ini gaes.. Masta tahun ini dilaksanakan 2x gaes, yang 1 ditingkat universitas atau pusat namanya MASTA-PMB yang dulu namanya PK-PMB & 1 lagi dilaksanakan ditingkat fakultas namanya MASTA FAKULTAS. Wuiiihhh dari namanya aja udah keren ya gaes.. Itu 2 acara yang berbeda ya, dan keduanya WAJIB diikuti oleh seluruh maba (mahasiswa baru) UMS. Jadi, jangan bingung ya tentang MASTA-PMB & MASTA FAKULTAS.

Okey kita fokus aja di Masta Fakultas ya, gaes.. Mimin mau ngasih tau cara pendaftarannya nih, gak ribet kok, semua sudah canggih cukup sekali klik kalian sudah bisa daftar, deh! Simak ya…

Masta Fakultas sekarang pendaftarannya ada 2, online & langsung.

a. Online (ikuti step di bawah ini):

  1. buka web imm.ums.ac.id di web browser kalian
  2. pilih tulisan PENDAFTARAN MASTA
  3. pilih fakultas yang telah dimasuki (pastinya FKG dong gaes…)
  4. isi formulirnya sesuai yang tertera
  5. setelah selesai & yakin, pilih KIRIM
  6. lalu kalian sms deh ke nomer salah 1 CP untuk komfirmasi pendaftaran, dengan format NAMA. NIM. KOTA ASAL. SUDAH MENDAFTAR (CP: RENI-081225471172, LARAS-085743256410)

b. Langsung / Ondesk (ikuti step di bawah ini):

  1. datang ke kampus 3 FKG UMS Penumping.
  2. bawa dan menyerahkan berkas (FC KTP/Kartu Identitas, FC KTMS, PAS FOTO ukuran 3×4, masing – masing 2 buah) background pas foto PR: MERAH, LK: BIRU.
  3. membayar atribut yang dipesan.
  4. melakukan foto pada photobooth yang telah disediakan (1x foto formal, 1x foto bebas)

*Kontak Pemesanan atribut 085727735021.

* Pembayaran atribut bisa cash atau transfer ke no. rek: 0310010083734, a.n Dhea Puspa Azhari, Bank Mandiri.

Jelas banget kan gaes, gampang banget lagi. Praktis! Tinggal klik, udah daftar deh!

Waaaa mimin tunggu ya kedatangan kalian di Kampus 3 FKG UMS!!

Selamat datang, sejawat!

Masta asikin aja!!

Billahi fii sabililhaq

Fastabiqul khairat!!

Wassalamu’alaikum…

Sunnatullah (Kematian Seseorang sesuai Kebiasaannya).

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أصحاب استاذ حذري البنداني

TAZKIRAH  HARIAN  : SUNNATULLAH ( KEMATIAN SESEORANG SESUAI KEBIASAANNYA )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن وَالَاهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan keadaan dia meninggal” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “iaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa dia jalani dan dia akan dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Penjelasan :

Wahai sahabat-sahabatku yang dikasihi sekalian!, semoga Allah merahmatiku dan juga kalian, semoga kita sentiasa dalam bimbingan taufik dan hidayah Allah, semoga kita semua beroleh kesudahan yang baik sebagaimana dalam kehidupan kita ini, kita sentiasa mengharapkan yang terbaik.
Imam al-Ghazali ada menyatakan : “ teman yang paling akrab dan tidak pernah meninggalkan kita ialah kematian” . Kematian datang secara tiba-tiba. Kita selalu melupainya, tetapi mati tidak pernah melupai kita. Ia tidak peduli dengan hal keadaan kita. Apakah kita dalam taat atau maksiat…, apakah dalam keadaan sakit atau sihat… apabila telah sampai ketentuan Allah kematian tidak akan ditangguh-tangguh lagi… semuanya berlaku secara tiba-tiba…
Sudah pasti  setiap orang dari kita berharap dianugrahkan husnul khotimah.. ajal menjemput tatkala sedang beribadah kepada Allah, ketika bertaubat kepada Allah.. sedang solat dan doa ..sedang ingat kepada Allah.. namun hakikatnya berapa ramai orang yang mengharapkan husnul khotimah beroleh kesudahan yang sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala dia sedang bermaksiat kepada Allah …

Peringatan penting..

Mana mungkin seseorang itu beroleh husnul khotimah sedangkan  hari-harinya dia penuhi dengan melakukan maksiat kepada Allah… hari-harinya dia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya.. hati yang hasad .. pemikiran yang lucah.. perilaku yang khianat… lisannya jauh dari berzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah wahai saudara-saudaraku sekalian , semoga Allah merahmatiku dan kalian semua… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa dia lalui setiap hari…

Kita pernah dengar cerita penjinak ular meninggal akibat di patuk ular..bahkan suatu ketika dulu pernah seorang penyanyi meninggal ketika buat persembahan … dan sebagai nya lagi.

Telitilah kisah-kisah yang disebutkan oleh para ulama agar kita juga membiasakan diri kita beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kita pun dalam keadaan beramal sholeh :

Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H) seorang ulama al-Qurrak :

لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة

Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakr pun berkata kepadanya, “Janganlah menangis, lihatlah di anjung rumah ini, sesungguhnya saudara lelakimu ini telah mengkhatamkan Al-Quran di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)

Demikianlah sahabat-sahabat sekalian  Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

Kisah Khalifah Al-Ma’muun,

Ketika sakaratul maut mendatanginya diapun memanggil para tabib di sekelilingnya berharap agar boleh menyembuhkan penyakitanya. Tatkala dia merasa berat sakitnya itu, maka dia berkata, “Keluarkanlah aku agar aku melihat angkatan perangku dan aku melihat anak buahku serta aku menyaksikan kekuasaanku”, ketika itu hari malam . Maka Khalifah Al-Makmuun pun dibawa keluar  melihat kemah-kemah serta angkatan perangnya yang sangat ramai bertebaran di hadapannya, dan dinyalakan api. (Tatkala melihat semua itu ) dia pun berkata, يَا مَنْ لاَ يَزُوْلُ مُلْكُهُ اِرْحَمْ مَنْ قَدْ زَالَ مُلْكُهُ “Wahai Dzat yang tidak akan pernah musnah kerajaannya… Sayangilah orang yang telah hilang kerajaannya…”. Lalu diapun pengsan.

Kemudian datanglah seseorang disampingnya hendak mentalqinkan kalimat syahadah, lalu Khalifah Al-Makmuun membuka kedua matanya tatkala itu dalam keadaan wajahnya yang merah dan berat, Dia berusaha untuk berbicara akan tetapi tidak mampu. Lalu dia pun memandang ke arah langit dan kedua matanya dipenuhi dengan tangisan maka lisannya pun mengungkapkan kata , يَا مَنْ لاَ يَمُوْتُ اِرْحَمْ مَنْ يَمُوْتُ “Wahai Dzat Yang tidak akan mati rahmatilah hambaMu yang mati”, lalu diapun meninggal dunia. (Lihat Muruuj Adz-Dzahab wa Ma’aadin Al-Jauhar karya Al-Mas’uudi 2/56 dan Taariik Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 15/239)

Begitu juga seorang qari yg terkenal di mesir fazilatus Syekh Mustofa Ismail meninggal dunia ketika sedang membaca al-Quran.

Allah Yang Maha Mulia telah menentukan sunnatullah kepada kita, bahwasanya: “Orang yang hidup di atas sesuatu kebiasaan akan mati di atas kebiasaan tersebut, dan kelak dia akan dibangkitkan juga dengan cara hidupnya itu”

Kesimpulan :

Siapkanlah dirimu menyambut tetamu yang akan mendatangimu secara tiba-tiba…datangnya tidak diduga, tibanya sudah semestinya..  jangan sampai tetamu tersebut menemuimu dalam dalam keadaan engkau sedang melakukan maksiat kepada Allah.

Ya Allah , hidupkanlah kami dengan iman dan matikanlah kami dengan iman, suburkanlah ruh ibadah kami sehingga kami kembali kepada-Mu dalam ketaatan dan ibadah… ameen

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  , والعفو منكم….

Sumber: faizal miswan (darulmuhajirinselangor.blogspot.co.i

Sunnatullah (Kematian Seseorang sesuai Kebiasaannya).

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أصحاب استاذ حذري البنداني

TAZKIRAH  HARIAN  : SUNNATULLAH ( KEMATIAN SESEORANG SESUAI KEBIASAANNYA )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ , الْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَن وَالَاهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ

“Setiap hamba akan dibangkitkan berdasarkan keadaan dia meninggal” (HR Muslim no 2878)

Berkata Al-Munaawi, أَيْ يَمُوْتُ عَلَى مَا عَاشَ عَلَيْهِ وَيُبْعَثُ عَلَى ذَلِكَ “iaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa dia jalani dan dia akan dibangkitkan di atas hal itu” (At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859)

Penjelasan :

Wahai sahabat-sahabatku yang dikasihi sekalian!, semoga Allah merahmatiku dan juga kalian, semoga kita sentiasa dalam bimbingan taufik dan hidayah Allah, semoga kita semua beroleh kesudahan yang baik sebagaimana dalam kehidupan kita ini, kita sentiasa mengharapkan yang terbaik.
Imam al-Ghazali ada menyatakan : “ teman yang paling akrab dan tidak pernah meninggalkan kita ialah kematian” . Kematian datang secara tiba-tiba. Kita selalu melupainya, tetapi mati tidak pernah melupai kita. Ia tidak peduli dengan hal keadaan kita. Apakah kita dalam taat atau maksiat…, apakah dalam keadaan sakit atau sihat… apabila telah sampai ketentuan Allah kematian tidak akan ditangguh-tangguh lagi… semuanya berlaku secara tiba-tiba…
Sudah pasti  setiap orang dari kita berharap dianugrahkan husnul khotimah.. ajal menjemput tatkala sedang beribadah kepada Allah, ketika bertaubat kepada Allah.. sedang solat dan doa ..sedang ingat kepada Allah.. namun hakikatnya berapa ramai orang yang mengharapkan husnul khotimah beroleh kesudahan yang sebaliknya…. Suul khootimah… maut menjemputnya tatkala dia sedang bermaksiat kepada Allah …

Peringatan penting..

Mana mungkin seseorang itu beroleh husnul khotimah sedangkan  hari-harinya dia penuhi dengan melakukan maksiat kepada Allah… hari-harinya dia penuhi tanpa menjaga pendengarannya… pandangannya.. hati yang hasad .. pemikiran yang lucah.. perilaku yang khianat… lisannya jauh dari berzikir dan mengingat Allah…

Ingatlah wahai saudara-saudaraku sekalian , semoga Allah merahmatiku dan kalian semua… sesungguhnya seseorang akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa dia lalui setiap hari…

Kita pernah dengar cerita penjinak ular meninggal akibat di patuk ular..bahkan suatu ketika dulu pernah seorang penyanyi meninggal ketika buat persembahan … dan sebagai nya lagi.

Telitilah kisah-kisah yang disebutkan oleh para ulama agar kita juga membiasakan diri kita beramal sholeh sehingga tatkala maut menjemput kita pun dalam keadaan beramal sholeh :

Kisah Abu Bakr bin ‘Ayyaasy (193 H) seorang ulama al-Qurrak :

لما حضرت أبا بكر بن عَيَّاش الوفاةُ بَكَتْ أُخْتُهُ فقال : لاَ تَبْكِ اُنْظُرِي إِلىَ تِلْكَ الزَّاوِيَةِ الَّتِي فِي الْبَيْتِ قَدْ خَتَمَ أَخُوْكَ فِي هَذِهِ الزَّاوِيَةِ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ أَلَف خَتْمَة

Tatkala kematian mendatangi Abu Bakr bin ‘Ayaasy maka saudara perempuannya pun menangis. Maka Abu Bakr pun berkata kepadanya, “Janganlah menangis, lihatlah di anjung rumah ini, sesungguhnya saudara lelakimu ini telah mengkhatamkan Al-Quran di situ sebanyak 18 ribu kali” (Lihat Hilyatul Auliyaa’ karya Abu Nu’aim 8/304 dan Taariikh Baghdaad 14/383)

Demikianlah sahabat-sahabat sekalian  Abu Bakr bin ‘Ayyaasy telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 18 ribu kali…..semuanya demi menghadapi waktu yang sangat kritis ini… waktu untuk meninggalkan dunia ke alam akhirat yang abadi….

Kisah Khalifah Al-Ma’muun,

Ketika sakaratul maut mendatanginya diapun memanggil para tabib di sekelilingnya berharap agar boleh menyembuhkan penyakitanya. Tatkala dia merasa berat sakitnya itu, maka dia berkata, “Keluarkanlah aku agar aku melihat angkatan perangku dan aku melihat anak buahku serta aku menyaksikan kekuasaanku”, ketika itu hari malam . Maka Khalifah Al-Makmuun pun dibawa keluar  melihat kemah-kemah serta angkatan perangnya yang sangat ramai bertebaran di hadapannya, dan dinyalakan api. (Tatkala melihat semua itu ) dia pun berkata, يَا مَنْ لاَ يَزُوْلُ مُلْكُهُ اِرْحَمْ مَنْ قَدْ زَالَ مُلْكُهُ “Wahai Dzat yang tidak akan pernah musnah kerajaannya… Sayangilah orang yang telah hilang kerajaannya…”. Lalu diapun pengsan.

Kemudian datanglah seseorang disampingnya hendak mentalqinkan kalimat syahadah, lalu Khalifah Al-Makmuun membuka kedua matanya tatkala itu dalam keadaan wajahnya yang merah dan berat, Dia berusaha untuk berbicara akan tetapi tidak mampu. Lalu dia pun memandang ke arah langit dan kedua matanya dipenuhi dengan tangisan maka lisannya pun mengungkapkan kata , يَا مَنْ لاَ يَمُوْتُ اِرْحَمْ مَنْ يَمُوْتُ “Wahai Dzat Yang tidak akan mati rahmatilah hambaMu yang mati”, lalu diapun meninggal dunia. (Lihat Muruuj Adz-Dzahab wa Ma’aadin Al-Jauhar karya Al-Mas’uudi 2/56 dan Taariik Al-Islaam karya Adz-Dzahabi 15/239)

Begitu juga seorang qari yg terkenal di mesir fazilatus Syekh Mustofa Ismail meninggal dunia ketika sedang membaca al-Quran.

Allah Yang Maha Mulia telah menentukan sunnatullah kepada kita, bahwasanya: “Orang yang hidup di atas sesuatu kebiasaan akan mati di atas kebiasaan tersebut, dan kelak dia akan dibangkitkan juga dengan cara hidupnya itu”

Kesimpulan :

Siapkanlah dirimu menyambut tetamu yang akan mendatangimu secara tiba-tiba…datangnya tidak diduga, tibanya sudah semestinya..  jangan sampai tetamu tersebut menemuimu dalam dalam keadaan engkau sedang melakukan maksiat kepada Allah.

Ya Allah , hidupkanlah kami dengan iman dan matikanlah kami dengan iman, suburkanlah ruh ibadah kami sehingga kami kembali kepada-Mu dalam ketaatan dan ibadah… ameen

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  , والعفو منكم….

Sumber : Faizal Miswan (darulmuhajirinselangor.blogspot.co.id)

Beginilah Sikap Muslim Terhadap Orang Miskin

Beginilah Sikap Muslim Terhadap Orang Miskin

HTTP://WWW.HUFFINGTONPOST.IN/

Di antara perbedaan yang sangat menonjol antara ajaran Islam dengan selainnya adalah cara Islam menilai kedudukan seorang manusia. Manusia yang tidak memahami hakikat Allah dan dirinya akan menilai derajat orang lain sebatas pada kekayaan yang dimilikinya.

Tetapi, Islam sama sekali tidak memandang manusia pada atributdhohirnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَلَا إِنَّ رَبكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَباكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ، وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبيٍّ، وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ، إِلَّا بالتَّقْوَى، أَبلَّغْتُ؟ “، قَالُوا: بلَّغَ رَسُولُ اللَّهِ

Wahai sekalian manusia, ingatlah bahwa Rabb kalian itu satu, dan bapak kalian juga satu. Dan ingatlah, tidak ada kelebihan bagi orang ‘Arab atas orang ‘Ajam (non-‘Arab), tidak pula orang ‘Ajam atas orang ‘Arab, tidak pula orang berkulit merah atas orang berkulit hitam, dan tidak pula orang berkulit hitam di atas orang berkulit merah; kecuali atas dasar ketaqwaan. Apakah aku telah menyampaikannya ?”. Mereka menjawab : “Rasulullah telah menyampaikannya…..” [Shahih. HR. Ahmad]

Oleh karena itu, keadilan, kesamaan hak di hadapan hukum dan seluruh bidang kehidupan antara orang miskin dan orang kaya, pejabat dan rakyat, semuanya sama.

Pernah suatu ketika Amr bin Ash menjalankan program pengembangan pembangunan kantor gubernur di Mesir. Ternyata, upaya pembangunan kantor tersebut terkendala oleh sebuah rumah reot milik seorang Yahudi.

Entah kenapa si Yahudi tetap pada pendiriannya, tidak mau rumah miliknya dibebaskan apalagi digusur demi pembangunan kantor gubernur. Amr bin Ash pun mengambil tindakan seperti awal, melanjutkan pembangunan dan berencana menggusur rumah si Yahudi itu baik setuju maupun tidak.

Menyadari hal tersebut, Yahudi itu merasa dirinya diperlakukan tidak adil. Tanpa pikir panjang, ia pun bergegas ke Madinah menemui Khalifah Umar bin Khathab guna mencari keadilan atas apa yang telah dialaminya. Si Yahudi pun menghadap amirul mukminin kedua itu dan dari ayah Hafshah itu, Yahudi kembali ke Mesir dengan membawa tulang yang digoreskan garis lurus oleh Umar bin Khathab.

Setiba di Mesir, Yahudi itu pun bergegas menemui Amr bin Ash dan menyampaikan perihal tulang yang dipesankan Umar bin Khathab untuk dirinya. Melihat itu, keringat dingin bercucuran dari tubuh Amr bin Ash disertai badan yang bergetar hebat. Sejurus kemudian, Amr bin Ash mencabut intruksi penggusuran rumah Si Yahudi.

Demikianlah sekelumit sikap pemimpin Muslim terhadap orang miskin, meskipun orang miskin itu bukan seorang Muslim. Keadilan dan kesamaan hak di depan hukum sangat dihormati dan dimuliakan. Hal ini karena Islam sebagai ajaran tidak menempatkan kemuliaan atas atribut kebendaan. Dan, secara langsung Rasulullah amat sayang dan cinta kepada orang-orang miskin.

Rasulullah bersabda:

وعن أُسامَة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « قُمْتُ عَلَى بابِ الْجنَّةِ ، فَإِذَا عامَّةُ مَنْ دخَلَهَا الْمَسَاكِينُ ، وأَصْحابُ الجَدِّ محْبُوسُونَ غيْر أَنَّ أَصْحاب النَّارِ قَدْ أُمِر بِهِمْ إِلَى النَّارِ . وقُمْتُ عَلَى بابِ النَّارِ فَإِذَا عامَّةُ منْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ » متفقٌ عليه .

Dari Usamah ra., Nabi bersabda : ” Aku berdiri di pintu surga, sedangkan yang aku lihat masuk ke dalamnya kebanyakan orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya itu masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Orang-orang yang ahli neraka telah diperintah masuk neraka. Dan berdiri dipintu neraka, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah perempuan.” (Muttafaq’Alaih)

Hadits ini menceritakan bagaimana kelak keadaan orang-orang miskin yang taat kepada Allah, dimana mereka mendapat kesempatan lebih awal masuk surga di banding orang-orang kaya karena ringannya hisab yang mereka alami. Sedangkan orang-orang kaya tertahan lebih lama karena panjangnya hisab kekayaan yang mereka peroleh dan kemana dibelanjakan.

Jadi, mengapa kita mesti memandang orang miskin dengan kehinaan, sedang jika ia taat kepada Allah dan Rasul-Nya, kelak mereka akan lebih awal masuk surga.

Selain itu, penting juga dicatat, hadits ini tidak berarti menjadi rekomendasi bahwa umat Islam harus hidup miskin. Jelas ini bukan perintah yang demikian. Sebab dalam Islam ada perintah zakat dan sedekah. Artinya, memiliki harta adalah kesempatan mempercepat diri mendapat ridho-Nya yang secara sosial juga menciptakan keharmonisan kehidupan kemasyarakatan.

Oleh karena itu, kemiskinan dalam Islam bukan sebuah fakta yang bebas dieksploitasi dan dimarginalkan dalam tatanan kehidupan. Sebaliknya, adanya orang-orang miskin itu adalah kesempatan emas kita yang diberikan kecukupan rizki dalam bentuk kekayaan untuk juga meraih kemuliaan dari sisi-Nya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab:

تُطْعِمُ الطَّعَامَ لِلْمَسَاكِيْنَ وَ تَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَ مَنْ لَمْ تَعْرِفْ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Engkau memberi makan orang miskin dan memberi salam kepada orang yang kau kenal maupun tidak kau kenal.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Bahkan, Rasulullah sampai memberikan suatu hadits yang berisi pelajaran amat berarti bagi para pemimpin.  “Sebusuk-busuk makanan, adalah makanan walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya dan meninggalkan orang fakir miskin.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, jika sebuah tempat, daerah atau kota dengan sengaja orang miskinnya dipinggirkan, dianiaya, dikebiri hak-haknya, dengan beragam alasan yang dibuat-buat, maka sungguh Allah dan Rasul-Nya akan sangat murka.

Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah akan memberikan siksaan berat kepada orang-orang yang menyiksa orang-orang lemah.” (HR. Muslim)

Orang Miskin dalam Islam

Subhanallah, betapa hebat dan indahnya ajaran Islam. Sejauh mereka umat Islam yang benar-benar teguh imannya, kemiskinan tidak akan membawa mereka pada perilaku hina dengan meminta-minta kepada manusia.

“Bukannya seorang miskin yang keliling meminta-minta hingga tertolak dari satu dua biji kurma atau satu dua suap makanan. Tetapi orang miskin yang sesungguhnya adalah yang tidak mempunyai sesuatu yang mencukup kebutuhannya, dan tidak diingati (mencari perhatian) orang untuk disedekahinya, dan tidak keluar meminta-minta pada orang.” (HR. Bukhari Muslim).

Kemiskinan dalam Islam bukanlah hal hina. Oleh karena itu, mari kuatkan kepedulian kita terhadap sesama, terutama terhadap hamba-hamba Allah yang diuji dengan kemiskinan. Kita jangan sampai tertipu merasa diri lebih disayang Allah hanya karena segala benda kita punya. Andai pun itu ada dalam genggaman kita, membantu mereka adalah langkah cerdas untuk selamat dunia-akhirat.

Rasulullah bersabda, “Orang yang berusaha membantu para janda dan orang miskin, bagaikan orang yang berjuang di jalan Allah.” (HR. Bukhari Muslim).

Dan, termasuk pendusta agama adalah orang yang tidak memberikan perhatian kepada orang-orang miskin. Padahal, di dalam diri orang miskin ada berkah yang sangat besar bila kita ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka. Dan, perlu dicatat, doa orang-orang miskin yang terzalimi sangat makbul; ampuh dan dijawab langsung oleh Allah Ta’ala.

أَرَءَيۡتَٱلَّذِىيُكَذِّبُبِٱلدِّينِ (١) فَذَٲلِكَٱلَّذِىيَدُعُّٱلۡيَتِيمَ (٢) وَلَايَحُضُّعَلَىٰطَعَامِٱلۡمِسۡكِينِ (٣)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?  Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin” (QS. Al-Ma’un [107]: 1 – 3). Wallahu a’lam.*

Rep: Imam Nawawi

Pelecehan Lambang Negara?? Salah Siapa??

Assalamu’alaikum gaes…

Sore ini, balik lagi mimin akan memberikan sebuah kajian yang sangat serius karena berhubungan dengan lambang negara kita, nih! Let’s check this out!! 🙂

Mungkin kalian sudah banyak mendengara tentang kasus yang baru-baru ini sedang heboh di Indonesia. Semua media massa membicarakan tentang itu. Berlomba-lomba mengundang para pengamat untuk membicarakan masalah itu. Ya! Benar! Masalah itu tentang pelecehan lambang negara yang dilakukan oleh salah satu penyanyi dangdut terkenal di Indonesia.

Dalam kasus ini, apa sih yang dilecehkan? Lambang negara yang mana, sih? Bentuk pelecehan seperti apa, sih? Itulah sebagian pertanyaan yang ada dalam pikiran kalian. Oke, akan mimin jabarkan satu per satu. Jadi, penyanyi dangdut tersebut mengatakan bahwa lambang dari salah satu sila Pancasila adalah “bebek nungging” di salah satu acara tv swasta. Mungkin pada saat acara itu berlangsung hal tersebut menjadi sebuah komedi dan membuat semua orang yang mendengarnya tertawa. Tapi, untuk sebagian orang itu bukanlah hal mainan dan tidak bercanda. Karena itu sudah berhubungan dengan lambang negara dengan kata lain adalah itulah pondasi utama dari negara kita tercinta ini.

Oke, kita akan bahas masalah itu dari sudut pandang yang berbeda, yaitu sudut pandang tingkat pendidikan di Indonesia. Serendah itukah pendidikan di negara kita ini?? Sampai-sampai ada salah satu warga negaranya yang tidak mengetahui dengan baik apa lambang dari dasar negaranya sendiri. Apa yang didapatkan selama sekolah bertahun-tahun? Atau hanya ini yang bisa dicetak oleh bangsa kita? Pemuda yang tidak tahu tentang negaranya?

Atau setinggi itukah tingkat kemiskinan di Indonesia? Hingga warga negaranya tidak bisa mengenyam pendidikan bahkan pendidikan tentang negaranya sendiri? Seharusnya pemerintah tidak hanya bersikap saling menyalahkan antar pihak dan mencari pembenaran bahwa yang dilakukan mereka selama ini sudah maksimal. Tetapi ini menjadi bahan introspeksi diri, cermin bagi kebijakan yang telah mereka keluarkan untuk bangsa Indonesia selama ini.

Dan kita sebagai pemuda generasi penerus bangsa, ini bukanlah contoh yang baik. Tugas kitalah yang memberantas hal-hal semacam itu. Agar bangsa kita ini kembali ke julukan yang telah lama tidak dikenakan lagi olehnya, yaitu “Macan Asia”.  Kalau bukan kita, lalu siapa lagi? Mulailah dari diri sendiri. Ubahlah sikap agar kita lebih mencintai dan menghargai negara kita tercinta ini, Indonesia.

Salam Perubahan!

Billahi fiisabililhaq. Fastabiqul khairat!!

Wassalamu’alaikum 🙂

Kriminalisasi atau Legalisasi?

Assalamu’alaikum…

Pagi hari ini, mimin akan menyegarkan pikiran kalian dengan sebuah kajian yang Insya Allah menambah wawasan kita. Let’s check this out!!

Mereka memang berbeda dengan orang-orang tua yang dibesarkan dalam peradapan “memiliki.” Orang-orang tua tahunya berbisnis itu harus membeli dan menguasai. Jadinya semua mahal. Mobil harus beli sendiri, tanah, gedung, pabrik, bahan baku, semua disatukan dengan nama pemilik yang jelas.

Akibatnya modal jadi besar. Mau buka mal urusannya banyak. Sedangkan generasi milenials cukup pergi ke dunia maya. Serahkan pada pada robot (digital technology), lalu berkumpullah para pemilik barang untuk membuka lapak di sana dan berbagi hasil.

Sama juga dengan membuka usaha transportasi. Yang mahal hanya ide, lalu buat aplikasinya. Siapapun yang punya kendaraan bisa bergabung, dan malam harinya kendaraan tersebut diparkir di rumah masing-masing. Tak perlu jasa keamanan atau pol taksi.

Akibatnya wajar, kalau sebagian generasi tua gagal paham menyaksikan ulah mereka yang memurahkan segala macam harga.

Kalau ini mewabah, gila! Indonesia bakal dilanda deflasi, bukan inflasi. Tapi kini mereka dituduh menerapkan strategi harga predator yang bisa diperkarakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ongkos taksi yang harusnya Rp 150.000, cuma dihargai Rp 70.000.

Kamar penginapan yang permalamnya Rp 1 Juta ditawarkan Rp 200.000. Apa betul ini persaingan tak wajar?

Belum lagi gadget, tiket, atau perabotan sehari-hari. Milenials bukan saja pribumi di dunia digital, melainkan juga sharing economy.

Kriminalisasi atau Legalisasi

Tapi gini ya, ini bukan prostitusi online yang bekerja sembunyi-sembunyi. Mereka hadir terang-terangan di depan mata kita. Bahkan kita sesekali mencicipinya. Tetapi sebagian orang sering menyamakan mereka dengan bisnis ilegal.

Persepsi ini diperburuk oleh ketidakmengertian kita tentang sharing economy yang gejalanya sudah marak dimana-mana. Kita bilang mereka menerapkan strategi “predatory pricing“. Kita juga bilang, aspek keamanan mereka tak terjamin.

Kedua isu itu sudah mereka diskusikan sejak 3 tahun yang lalu. Makanya mereka mengembangkan sistem komunal dan rating. Siapapun yang reputasinya buruk dari consumer experience, mereka drop dari komunitas berbagi itu. Sejarah hidup mereka di-review dari perilaku sehari-hari di dunia maya.

Maka, bagi para orang tua, cara kerja anak-anak muda ini sulit dipahami. Sebagian pengambil kebijakan dan para pelaku usaha lama yang sudah terikat dengan fixed cost yang besar, menuntut agar usaha mereka dihambat. Atau kata publik, dikriminalisasi. Ditangkap, dijebak, dibubarkan, diblokir, dan diusir dari republik ini.

Namun susahnya, dunia sharing ini adalah dunia yang tak mengenal batas-batas negara. Diusir dari sini, ia bisa dioperasikan dari luar negeri. Di luar negri, kriminalisasi, denda dan larangan sudah dilakukan berkali-kali, tetapi mereka kembali hidup lagi di tempat lain, bahkan dimodali Silicon Valley.

Saya sendiri memilih jalan perubahan. Anda tak akan mungkin melawan proses alamiah ini. Daripada terus bertengkar, lebih baik beradaptasi.

Sejak dulu, para ahli sudah mengingatkan, teknologi baru menuntut manusia-manusia berpikir dengan cara baru. Kata Peter Drucker, New Technology X Old Mindset hasilnya: Fail! Gagal! Jadi teknologi baru butuh mindset baru. Itu baru menjadi kesejahteraan.

Jadi, para pelaku usaha yang lama harus berubah seperti tukang-tukang ojek pangkalan yang kini sudah berjaket hijau atau biru.

Sebagian customer masih nyaman pakai taksi langganannya. Tetapi pasarnya tinggal sedikit. Tak sebesar dulu lagi. Nah sebagian lagi, harus disiapkan dengan platform baru: sharing economy. Dan ingat, sebentar lagi pemilik-pemilik hotel pun akan berdemo dan para pekerjanya menuntut airbnb.com, couchsurfing.com dan sejenisnya dibubarkan.

Harta-harta Yang Menganggur

Problem yang muncul dari peradaban owning economy adalah sampah menumpuk dimana-mana, karena semua manusia ingin memiliki sendiri-sendiri. Jalanan jadi super macet di seluruh dunia, air semakin kotor dan gap kaya-miskin begitu besar.

Semua ini disebabkan oleh tragedi kapitalisme yang menghargai penumpukan modal, hak-hak kekayaan individu “yang tak mau berbagi” secara adil dengan efek penguasaan aset-aset strategis.

Padahal dulu, orang-orang tua kita hidup dalam sistem berbagi. Mereka hidup di kampung dan bebas melintasi tanah milik orang lain atau tanah ulayat yang tak berpagar.

Suasananya berubah, begitu tanah-tanah itu dikuasai orang lain yang mampu mengubah status tanahnya. Mereka tak lagi berbagi bahkan untuk sekadar numpang lewat saja.

Peradaban owning economy membuat individu-individu tertentu cepat mengendus harta-harta strategis, dan memagarinya, walau untuk jangka waktu yang lama tak digunakan.

Akibatnya di abad 21 ini lebih dari 50 persen tanah-tanah itu menganggur. Termasuk lahan-lahan pertanian yang kelak akan dialihfungsikan. Maka ia hanya ditumbuhi ilalang dan dipagari tinggi. Para ekonom menyebut istilahnya sebagai underutilized atau idle capacity. Boros, menganggur, tak produktif.

Pabrik-pabrik, perkebunan, vila mewah, mobil-mobil keren, semua dikuasai, tetapi belum tentu dipakai sebulan sekali oleh pemiliknya. Menjadi rumah hantu atau pajangan tak bermanfaat. Nice to have, only!

Sampailah muncul teknologi baru, dengan generasi perubahan. Bagi kaum muda sharing economy dianggap sebagai penyelamat planet ini dari keserakahan manusia. Mereka menggagas ideologi-ideologi praktis tentang kesempatan berbagi. Setelah kewirausahaan sosial, lalu sharing economy.

Mereka bilang, “buat apa membeli yang baru, kalau barang-barang yang lama saja masih bisa dipakai orang lain.” Maka jutaan barang-barang bekas yang ada di garasi dan gudang rumah dijual kembali via e-Bay, OLX atau Kaskus. Gila, piringan hitam zaman dulu hidup lagi. Velg-velg mobil yang sudah langka kini bisa ditemui.

Lalu mereka juga bilang, ”buat apa beli sepeda motor baru, kalau yang ada di masyarakat bisa dijajakan oleh pemilik- pemiliknya.“ Itu menjadi Gojek dan Uber.

Setelah itu kebun-kebun yang menganggur ditawarkan kepada anak-anak muda yang mau bertani, hasilnya mereka bantu jualkan langsung ke konsumen via igrow.com. Lalu pemilik-pemilik rumah-rumah atau satu-dua kamar yang kosong ditawarkan melalui . Bahkan ada tuan rumah yang menawarkan jasa plus sebagai guide buat jalan-jalan. Persis seperti menginap di rumah paman.

Di Prancis ada komunitas yang menawarkan mesin cuci pakaian, bahkan juga mesin cuci piring. Di Indonesia, ada yang menawarkan jasa pijet, yang pesertanya bahkan ada lulusan D3 fisioterapi untuk merawat pasien stroke. Prinsipnya, lebih baik jadi uang daripada rusak tak terawat; lebih baik murah tapi terpakai penuh ketimbang underutilized.

Ketika Sharing Economy menjadi gejala ekonomi yang marak, maka gelombang ini akan terjadi: Deflasi karena harga-harga akan turun, ledakan pariwisata dalam jumlah yang tak terduga karena banyak pilihan menginap yang murah, aset-aset milik masyarakat yang mengganggur menjadi produktif, dan kerusakan alam lebih terjaga.

Sebaliknya, ia juga menimbulkan dampak-dampak negatif: Pengangguran bagi yang tak lolos dalam seleksi alam (persaingan) dengan business model baru ini, kerugian-kerugian besar dari sektor-sektor usaha konvensional yang konsumennya shifting (berpindah), dan kriminalisasi oleh para penegak hukum atau pembuat kebijakan yang terlambat mengatur.

Sekarang negara punya dua pilihan. Pertama, tetap hidup dalam owning economy, dengan risiko pasar yang besar ini menjadi ilegal economy dengan operator pengendali dari luar Indonesia.

Kedua, melegalkan sharing Economy dan mendorong pelaku-pelaku lama menyesuaikan diri.

Silahkan direnungkan!

Ditulis oleh : Prof. Rhenald Kasali

Wassalamu’alaikum

-AMD-

Cr: Official Account Sehat Indonesiaku

Bagaimana Mengundang Pertolongan Allah SWT???

Assalamu’alaikum gaes…

Hari ini, mimin mau ngeshare sedikit tips yang Insya Allah menambah kecintaan & ketaqwaan kita kepada Allah SWT.. Let’s check this out!! 🙂

Kegagalan adalah hal yang paling wajar yang kita temui di dunia ini. Kegagalan juga adalah bukti betapa cintanya Allah kepada para hamba-Nya. Allah juga tidak akan memberi masalah tanpa jalan keluarnya. Cukup satu jalan keluar yang disediakan Allah dan itu sangatlah mudah, yaitu selalu berkhusnudzon dan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya penolong dari semua masalah kita.

Hanya Allah satu-satunya penolong

Kita boleh berdoa kepada-Nya, kita mempunyai hak untuk meminta kepada-Nya baik saat sulit maupun saat mudah, saat senang maupun sedih. Memohon dengan suara yang lirih dan merendahkan diri di hadapan-Nya, memohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuat, saat itulah akan datang pertolongan-Nya dan segera sampai bantuan-Nya.

Allah akan senang kalau hamba-Nya ingat dalam semua kondisi kepada-Nya baik senang maupun susah. Tetapi Allah tetap akan menerima apabila dalam kondisi senang lupa, kemudia saat susah menjadi ingat. Kalau kata orang Jawa “Moro yen enek butuhe tok”, yang artinya “Datang kalau ada butuhnya saja”.

Setiap tali akan putus kecuali tali-Nya. Setiap pintu akan tertutup kecuali pintu-Nya. Dia Maha Dekat, Maha Pendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Allah akan memberikan apa yang diminta oleh orang yang meminta.

Mendapatkan pertolongan Allah itu mudah

Sebenarnya mudah saja untuk mendapatkan pertolongan Allah. Dalam logika manusia telah kita ketahui ada hukum sebab-akibat. Kalau ingin sesuatu maka harus melakukan sesuatu pula. Cara paling jitu untuk selalu mendapatkan pertolongan Allah adalah selalu taat dan ingat kepada-Nya.

Tidak ada yang sulit bagi Allah. Allah memberikan apa yang diminta manusia tanpa beban dan tanpa berkurang sedikitpun kemahakuasaan-Nya. Kalau kita mau patuh dengan perintah-Nya maka kita akan jauh lebih mudah mendapatkan pertolongan-Nya.

Bersyukur dengan pemberian Allah

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari-Ku” – Q.S. Al-Baqarah: 152

Allah memerintahakan kita untuk mempunyai rasa syukur terhadap-Nya dalam setiap hal, apapun kondisi dan keadaannya. Allah meminta kita agar meyakini bahwa pasti ada kebaikan dalam segala hal yang menimpa kita dengan menyadari bahwa semua itu berasal dari Allah.

Ingatlah Allah setiap saat, hati selalu tenang

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” – Q.S. Taha: 124

Allah menciptakan manusia agar mereka selalu mengingat-Nya. Allah memberi rezeki pada makhluk agar mereka bersyukur kepada-Nya. Akan tetapi, banyak orang yang melupakan-Nya. Ukuran ketenangan pikiran ditentukan oleh seberapa jauh kita mampu hidup di saat sekarang. Terlepas dari apa yang telah terjadi kemarin.

Orang yang pasti celaka adalah orang yang tidak memiliki iman. Mereka senang berbuat maksiat. Orang ini selamanya akan berada dalam kegelisahan dan kesempitan hidup.

Jangan berdiam diri

Saat kesedihahan menimpa kita, badan sangat sulit untuk digerakkan. Kita menjadi lebih senang untuk tinggal berdiam diri di kamar, melamun tak karuan membiarkan pikiran berlari tanpa arah. Pada saat itulah setan akan berusaha masuk. Awalnya, setan akan menggoda dengan menyarankan melakukan dosa besar, apabila orang tersebut menolak, setan akan menggodanya dengan menyarankan melakukan dosa kecil. Sampai orang tersebut mau melakukan apa yang diinginkan oleh setan.

Sungguh sayang apabila kita mengalami hal itu. Kita merasakan rugi dua kali. Pertama, kita sudah mengalami peristiwa yang tidak diharapkan. Kedua, kita mengalami penderitaan karena selalu teringat dengan peristiwa itu. Untuk apa diingat, karena peristiwa itu sdah terlupakan oleh zaman dan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga sudah melupakannya.

Perlu disadari bahwa cepat atau lambatnya pertolongan Allah tergantung pada kita sendiri. Oleh karena itu, kita pun harus aktif menjemput pertolongan itu.

Semoga bermanfaat 😀

Billahifiisabililhaq. Fastabiqul khairat!!

Wassalamu’alaikum…

 

Cr: Buku “Agar Selalu Ditolong Allah” karya Hendra Setiawan.

Islam Mengajarkan Teroris ?

Ingatlah bahwa Islam tidak mengajarkan terorisme, silakan mengkaji dalam Al Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan sebenarnya terorisme tidak bisa dikatakan dimonopoli oleh Islam.

Terorisme itu Apa?

Tindakan teror dalam bahasa Arab diistilahkan dengan kata irhab, bentuk mashdar dari kata ‘arhaba’, ‘yurhibu’, ‘irhaban’. Maksudnya adalah meneror atau menakut-nakuti orang lain. Jadi makna ‘irhab’, bukanlah membunuh, makna asalnya adalah takut.

Contoh misalnya dalam dua ayat kita dapat melihat hal ini,

وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
“Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah: 40).
Contoh kedua pada ayat,

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.” (QS. Al Anfal: 60).

Dalam Wikipedia disebutkan, “Teror atau terorisme selalu identik dengan kekerasan. Terorisme adalah puncak aksi kekerasan, terrorism is the apex of violence. Bisa saja kekerasan terjadi tanpa teror, tetapi tidak ada teror tanpa kekerasan. Terorisme tidak sama dengan intimidasi atau sabotase. Sasaran intimidasidan sabotaseumumnya langsung, sedangkan terorisme tidak.”
Namun kalau dalam istilah media, terorisme lebih identik pada tindakan pembantaian yang menewaskan orang banyak. Istilah ini lebih disematkan pada Islam dibanding ajaran atau agama lainnya.

Ayat yang Melarang Terorisme

Dalam hukum Islam, siapa saja yang melakukan teror dan menakut-nakuti orang lain, ia akan dikenakan hukuman yang berat. Mereka inilah yang disebut dengan orang berbuat kerusakan di muka bumi seperti halnya para penyamun atau tukang begal. Mereka akan dikenai hukuman yang berat supaya tindakan jahat tidak lagi berulang, juga untuk menjaga harta, darah dan kehormatan orang lain.

Tentang orang semacam ini disebutkan dalam ayat,

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.” (QS. Al Maidah: 33).
Ingat pula bahwa Islam melarang membunuh orang lain, bahkan jika satu nyawa dibunuh tanpa alasan yang benar, berarti ia telah membunuh manusia seluruhnya. Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32). Kata Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di dalam Taisir Al Karimir Rahman bahwa ayat ini juga ditujukan para para tukang begal atau penyamun yang mengancam membunuh atau merampas harta orang lain dengan cara paksa.
Dua ayat di atas menunjukkan bahwa meneror atau tindakan terorisme terlarang dalam Islam.

Hadits yang Melarang Terorisme

Dalam Islam, meneror atau menakut-nakuti orang lain walau bercanda atau sekedar lelucon saja dilarang.
Dari ‘Abdullah bin As Sa’ib bin Yazid, dari bapaknya, dari kakeknya, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا
“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.” (HR. Abu Daud no. 5003 dan Tirmidzi no. 2160. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Dalam riwayat lain disebutkan,

وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
“Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya” (HR. Abu Daud no. 5003)

Dalam ‘Aunul Ma’bud (13: 250-251) karya Al ‘Azhim Abadi terdapat pernyataan, “Kalau mengambil barang orang lain bukan dalam rangka bercanda jelas terlarang karena termasuk dalam kategori mencuri. Adapun jika mengambilnya sebagai candaan saja, seperti itu tidak bermanfaat. Bahkan hal itu hanya menimbulkan kemarahan dan menyakiti orang yang empunya barang.”

Dalam hadits disebutkan bahwa yang diambil dan disembunyikan adalah sebuah tongkat. Barang tersebut dianggap sebagai barang yang tafih (sepele atau bukan sesuatu yang amat berharga). Namun jika menyembunyikan yang sepele seperti ini saja tidak boleh walau bercanda, apalagi yang lebih berharga dari itu. Demikian penjelasan dalam Tuhfatul Ahwadzi, 6: 380.

Meneror atau menakut-nakuti orang lain itu termasuk berbuat dosa. Pernah di antara sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan bersama beliau, lalu ada seseorang di antara mereka yang tertidur dan sebagian mereka menuju tali yang dimiliki orang tersebut dan mengambilnya. Lalu orang yang punya tali tersebut khawatir (takut). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Abu Daud no. 5004 dan Ahmad 5: 362. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Al Munawi menyatakan bahwa jika dilakukan dengan bercanda tetap terlarang karena seperti itu menyakiti orang lain. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 13: 251.
Gelar Teroris itu Buatan Orang Kafir

Guru kami, Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan hafizhahullah berkata,
“Orang-orang kafir sejak dahulu telah memerangi kaum muslimin. Mereka yang selalu memberikan gelaran yang tidak baik para orang Islam, supaya orang-orang menjauh dari Islam. Sebagaimana yang Allah sebutkan,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).

Orang kafirlah yang menggelari orang Islam dengan teroris, segala sifat jelek disematkan pada orang Islam. Padahal sebenarnya itu bukan ajaran Islam, namun ajaran dan karakteristik orang kafir.

Adapun jika ada orang Islam yang keliru atas dasar kejahilan atau niatan yang jelek, maka perbuatan mereka tak disandarkan pada ajaran Islam karena Islam melarang tindakan tersebut.

Supaya kita terlepas dari tuduhan jelek tersebut, maka hendaklah dijelaskan bahwa tindakan teror semacam itu bukanlah bagian dari Islam. Itu hanya kelakukan perorangan. Orang muslim bisa jadi juga salah. Yang bisa kita anggap selamat dari kesalahan (alias: ma’shum) adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan 1: 416, soal no. 247).

Padahal kalau kita menilik sejarah yang melakukan pembantaian paling banyak hingga puluhan juta orang adalah non muslim. Contoh saja:
Hitler membantai 6 juta orang Yahudi dan 60 juta orang pada perang dunia II. Hitler seorang Kristian. Joseph Stalin (Uncle Joe) telah membunuh 20 juta orang dan 14,5 juta telah mati kelaparan. Mao Tse Tsung dari Cina telah membunuh 14 – 20 juta orang.
Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

Oleh : Muhammad Abduh Tuasikal, MSc  Lulusan S-1 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan S-2 Polymer Engineering (Chemical Engineering) King Saud University, Riyadh, Saudi Arabia. Pernah menimba ilmu agama dari ulama besar seperti Syaikh Shalih Al-Fauzan, Syaikh Sa’ad Asy-Syatsri dan Syaikh Shalih Al-‘Ushaimi. Aktivitas: Pimpinan Pesantren Darush Sholihin Gunungkidul dan Pengasuh Rumaysho.Com dan Penasihat Muslim.Or.Id.

Dikutip dari : https://rumaysho.com/10511-islam-mengajarkan-terorisme.html

-EP-

Menlu RI Dilarang Masuk Palestina

Assalamu’alaikum gaes..

Balik lagi nih mimin mau ngepost suatu kajian yang menarik buat disimak dan mungkin membuat kalian bertanya-tanya. Let’s check this out!!!

Akhirnya Indonesia membentu konsulat kehormatan untuk Palestina. Ini sebagai tindak lanjut atas sikap Indonesia yang memdukung kemerdekaan untuk Palestina.Seperti yang tertuang di pembukaan UUD 1945 alinea I “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”, sudah sepantasnya Indonesia mendukung kemerdekaan untuk Palestina.

Dan beberapa hari yang lalu, pada saat Menteri Luar Negeri RI (Menlu RI), Retno LP Marsudi, akan melantik konsuler Maha Abu-Susheh, rombongan RI dilarang memasuki ibukota Palestina. Sikap ini sebagai konsekuensi dari kebijakan Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Proses pelantikan tersebut dipindahkan ke KBRI Amman, Yordania.

Israel menganggap bahwa Indonesia masuk ke dalam negara OKI dan juga bermain politik satu kaki berpihak ke Palestina. Israel menganggap kekuatan politik Indonesia cukup kuat untuk bisa mewujudkan kemerdekaan tersebut.

Asik nih, akhirnya kekuatan Indonesia diakui oleh dunia Internasional 😀

Menurut kalian gimana gaes dengan sikap Israel terhadap Indonesia?? Akankah kejayaan bangsa Indonesia kembali seperti dulu??

Billahifiisabililhaq. Fastabiqul khairat.

Wassalamu’alaikum..

Keutamaan – Keutamaan Dalam Menghafal Al-Qur’an

Assalamu’alaikum bloggers..

Hari ini mimin mau berbagi sedikit ilmu nih tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.. Semoga bermanfaat. Lets check this out!!!

Kecintaan, kerinduan, dan keinginan yang menyala-nyala untuk menghafal Al-Qur’an ini sebagai penjamin insya Allah yang mendorong semangat kita untuk menyempurnakan hafalan Al-Qur’an kita. Ketika kita lengah dan malas maka bayangkanlah keutamaan – keutamaan ini:

  1. Sebaik – baik umat.
  2. Keluarga Allah SWT.
  3. Bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil.
  4. Syafa’at pada hari Kiamat.
  5. Derajat – derajat surga.

Gak hanya itu bloggers.. Kecintaan dan merasakan urgensi menghafal akan meningkatkan kekuatan mengingat kita, kurang lebih 20 hingga 30% karena sebenarnya, cepatnya seseorang dalam menghafal Al-Qur’an berkaitan erat dengan seberapa besar kecintaan dan kerinduannya.

Jadi, apabila kita bisa menghadirkan perasaan terkait urgensi Al-Qur’an Al-Karim, mampu merasakan urgensi menghafal Kitab Rabb semesta alam dalam hati dan juga otak kita, maka dengan izin Allah SWT, otak manusia akan membentangkan kekuatan yang semestinya untuk menyukseskan masalah ini.

Mari kita merasakan agungnya kedudukan Al-Qur’an, merasakan besarnya pahala dan balasan bagi orang yang menghafal Al-Qur’an. Insya Allah, perasaan seperti ini akan membantu kita untuk merealisasikan impian hidup kita, yaitu menghafal Al-Qur’an.

Aamiin aamiin aamiin Ya Robbal ‘alamiin

Billahifii sabililhaq. Fastabiqul khairat!!

Wassalamu’alaikum.. 🙂

cr: Buku “9 Langkah Mudah Menghafal Al-Qur’an” karangan Majdi Ubaid Al-Hafizh.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑